Gambar mungkin berisi: 16 orang, termasuk Indah Lestari dan Jaka Firmansyah, orang tersenyum, orang berdiri

 

4 Desember 2019, (Murni)

 

Museum adalah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat, terbuka untuk umum, yang mengumpulkan, merawat, menghubungkan dan memamerkan untuk tujuan-tujuan studi, pendidikan dan hiburan suatu barang-barang pembuktian manusia dan lingkungannya. Selain itu museum juga dikatakan sebagai suatu badan yang memiliki tugas dan kegiatan untuk menerbitkan dan memamerkan hasil-hasil penelitian dan pengetahuan tentang benda-benda yang penting bagi kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Museum adalah suatu tempat yang menyimpan benda-benda bersejarah yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran dan pariwisata.

Salah satu misi  Museum  Sambas menyelenggarakan pengkajian permeseuman yang berkualitas yang disebutkan oleh Bapak Urai Reza Fahmi M.Pd. Tentunya itu lah yang diinginkan dari Dinas Kebudayaan dan Pendidikan Sambas,  karena memang banyak koleksi-koleksi yang ada di Museum Sambas belum di deskripsikan. Untuk itu dengan adanya lomba deskripsi Museum akan menambah nilai historis yang ada pada koleksi-koleksi museum.

Terkait dengan lomba tersebut Dinas Kebudayaan dan Pendidikan Sambas berupaya memajukan permeseuman yang ada di Sambas agar meseum tersebut lebih dicintai oleh masyrakat dan siswa-siswa yang ada di Sambas sesuai dengan fungsi museum pada umumnya.

Sebenranya lomba tersebut di ikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas 20 mahasiswa  Poltesa khususnya Prodi Pariwisata dan 20 mahasiswa IAIS Sambas khusnya Prodi Sejarah dan Peradaban Islam. Dalam tekhnis lomba masing-masing kelompok dibagi menjadi 5 orang jadi 4 kelompok dari mahasiswa Poltesa dan 4 kelompok dari mahasiswa IAIS Sambas namun ada satu kelompok yang hanya terdiri atas 4 orang. Kemudian Juri-juri dalam lomba tersebut dari dosen IAIS Sambas dan dosen Poltesa di antaranya Dr. Jaelani,M. Hum, Dr. Beti Yanuri Posha, dan Bapak Tendi.

Dalam penentuan kelompok tersebut sudah di pilih masing-masing dari mahasiswa sendiri tanpa di acak oleh dewan juri. Menurut dewan juri agar mudah berkomunikasi. Namun mengenai koleksi yang akan di deskripsikan ditentukan oleh dewan juri yang mana setiap kelompok harus mendeskripsikan dua benda misalnya setrika. Karena setrika itu banyak jadi hanya di pilih dua setrika. Begitu juga dengan songket, karena memiliki banyak motif jadi peserta memilih dua motif yang akan di deskripsikan begitu pula dengan koleksi/benda lain.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan orang duduk
Pencatatan Oleh Salah Satu Kelompok Deskripsi Koleksi Museum

Terkait dengan penilaian kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Sambas Drs. H Sabhan M.Pd meminta akar dewan juri bersifat Profesional tanpa membedakan dari mana dia berasal. Artinya bahwa penilaian ini harus benar-benar murni hasil dari peserta sesuai dengan apa yang di perolehnya.

Kriteria dalam lomba tersebut ialah mendeskripsikan koleksi yang informatif, ilmiah dan singkat. Pengumpulan deskripsi tersebut akan dikumpulkan kepada dewan juri pada hari Senin, 9 Desember 2019 dan pemenang akan diumumkan pada hari Rabu 11 Desember 2019.

Mahasiswa prodi Sejarah sangat antusias terhadap lomba tersebut. hal itu ditunjukannya dengan adanya kerja sama antar kelompok yang masing-masing dari semeter yang berbeda tujuannya untuk berbagi ilmu dan mengsolidkan sesama prodi sejarah.  Mereka sangat senang dengan adanya lomba tersebut selain menambah pengalaman, juga membuat eksis nya Prodi Sejarah dan Peradaban Islam.

 

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk
Kelompok  Deskripsi Koleksi Museum ” Setrika Arang”

 

 

Harapan besar mereka adalah adalah bahwa salah satu dari kelompok harus bisa menjadi pemenang dalam acara tersebut.

By

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *